Terungkapnya Keberadaan Aliran Shamballa, Para Pengikut Aliran Bungkam

Posted by By at 1 May, at 10 : 09 AM Print


PONTIANAK – Pascaterungkapnya keberadaan aliran Shamballa, para pengikutnya tidak lagi melaksanakan amalan versi aliran tersebut. Mereka memilih tak memberikan pernyataan kepada media.

Rugaya, salah seorang warga Jalan Srikaya RT/RW 3/VII, Kelurahan Sungai Jawi Luar yang anaknya disebut-sebut pengikut aliran Shamballa tidak bersedia berkomentar saat didatangi di kediamannya. “Tanya ke Depag (Kantor Kemenag Pontianak) saja,” katanya kepada Equator, kemarin (28/4).

Ketua RT/RW 3/VII Kelurahan Sungai Jawi Luar, Mochtar Hamid mengakui keberadaan aliran Shamballa di daerahnya. “Tapi saya tidak tahu pasti kapan aliran ini mulai ada di daerah saya,” ucap Mochtar.

Menurut Mochtar, penyebaran aliran Shamballa di kawasannya dilakukan seseorang yang datang ke rumah Rugaya. Ritual amalan dilaksanakan malam hari, di tengah warga lain tertidur pulas.

“Orang itu biasanya datang seminggu sekali. Katanya, kedatangan tersebut untuk pengobatan seorang di rumah Rugaya yang sakit,” bebernya.

Mochtar mengaku awalnya tidak mengetahui adanya aliran ini. Ia baru tahu setelah sekitar sebulan lalu mendapat surat dari Kantor Kemenag Kota Pontianak yang ditujukan untuk wakil ketua RT. “Saya baru tahu setelah orang Depag datang ke sini. Mereka mengatakan di sini ada aliran sesat. Saya juga tidak tahu berapa persis jumlah warga yang ikut,” katanya.

Setelah kedatangan orang Kemenag Kota Pontianak tersebut, pengikut aliran Shamballa akhirnya tidak lagi menekuni amalan yang diberikan. “Saya juga akan terus memonitor warga di sini, agar tidak ada lagi yang melakukan amalan Shamballa itu,” pungkas Mochtar. (bdu)

SUMBER

Photobucket

NEWS

Related Posts

Comments are closed.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.