Tanah RSUD Soedarso Bermasalah

Posted by By at 6 August, at 04 : 12 AM Print


PONTIANAK – Tanah di Rumah Sakit Umum Daerah Sudarso Pontianak seluas 8,9 hektar belum bersertifikat. Gubernur Kalbar Cornelis menyatakan lahan tersebut masih dalam kasus sengketa dan dikuasai pihak ketiga, sehingga belum dapat disertifikatkan.”Pemprov terus berupaya persertifikatan terhadap tanah pemerintah daerah yang belum bersertifikat. Namun lahan yang masih dalam kasus sengketa atau dikuasai pihak ketiga 8,9 hektar belum bisa dilakukan,” ungkap Cornelis, menanggapi pernyataan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.Fraksi PPP menilai tidak ada peningkatan kinerja Gubernur dari 2009 sampai 2010, dalam hal penataan aset. Banyak aset Kalbar belum bersertifikat, termasuk aset tanag RSUD Sudarso.

”Sejak 1976 hingga sekarang belum bersertifikat, berapa bidang tidak diketahui, berapa luasannya juga tidak diketahui,” ujar juru bicara Fraksi PPP, Miftah, beberapa waktu lalu. Cornelis menjelaskan dari 8,9 hektar tanah yang belum bersertifikat, ada yang masih dalam sengketa hukum, yakni 1,5 hektar. Tanah tersebut masih dalam proses peradilan dengan Tukaji. Ada juga tanah yang masih dikuasai masyarakat sekitar RSUD Sudarso seluas 4,46 hektar. Sisa tanah yang belum bersertifikat seluas 2,994 hektar digunakan untuk fasilitas umum, jalan, dan terminal. ”Jadi tanah terminal itu milik kita,” ujar Cornelis.Ia menjelaskan tanah RSUD Sudarso diperoleh pada 1976 dengan anggaran Rp6.705.100. Tanah tersebut seluas 26.631 hektar. Dari jumlah tersebut, sudah disertifikatkan seluas 17.245 meterpersegi. Lahan terpecah dalam empat sertifikat, yakni sertifikat tanah dengan nomor 207 seluas 149.144 meterpersegi, nomor 299 seluas 4.499 meterpersegi, nomor 300 seluas 6.991 meterpersegi, dan nomor 301 seluas 16.611 meterpersegi. (uni) sumber

Photobucket

KALIMANTAN BARAT METROPOLIS

Related Posts

Leave a Reply

:twisted: :roll: :oops: :lol: :evil: :cry: :?: :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)
[+] kaskus emoticons

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.