Proyek Food Estate di Kalbar: Kolaborasi Sapi Perah dan Mina Padi

Posted by By at 12 August, at 13 : 35 PM Print


Proyek food estate yang direncanakan dibangun di Kabupaten Pontianak akan menjadi pertanian yang menyandingKAN program peternakan dan perikanan.

Hal tersebut terungkap saat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Gatot Rudianto dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, A. Manaf, mengatakan akan ikut terlibat dan berkolaborasi di proyek yang digagas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hazairin.

Dikatakan, Gatot Rudianto, bahwa dengan areal lahan yang sedemikian luas hingga mencapai 20.000 hektar dan disana juga tersedia aliran sungai yang bersumber dari perbukitan di sekitar lokasi, maka sangat mendukung dan cocok dikembangkan budidaya mina padi.“Mina padi akan kita sandingkan di food estate ini,” kata Gatot Rudianto, di kantor Gubernur Kalbar, Selasa (9/8).

Budidaya ikan dengan sistim mina padi sangat potensial untuk dikembangkan, dan hal tersbeut juga telah dilakukan pada lahan percontohan milik PKK Provinsi Kalbar, bahkan dari hasil kolaborasinya sangat potensial menambah produktifitas pertaniannya. “Petani selain menunggu hasil pertanian, juga akan mendapat nilai tambah dari hasil ikan,” katanya lagi.

Sementara itu, A Manaf, setelah melihat program dan perencanaan pada food estate tersebut sudah menemukan program yang dapat disandingkan, yakni peternakan sapi perah.

Dengan luas pertanian tersebut, maka dipastikan akan tersedia banyak pakan ternak terutama dari jerami dan tanaman lain penunjang, dan jikapun masih terdapat kekurangan maka dapat ditambahkan dengan tanaman yang sengaja ditanam disela persawahan. “Pupuk organik akan menjadi nilai tambah untuk kesuburan lahan pertanian, bahkan gas dari limbah sapi dapat dimanfaatkan,” kata A. Manaf.

Kenapa sapi perah? Manaf mengatakan selain produksi susunya memiliki pangsa pasar yang baik untuk di Kalbar, juga dagingnya dapat dimanfaatkan jika sapi tersebut sudah masuk dalam masa pergantian, dan dengan daya dukung sumber air pegunungan sangat potensial untuk dikembangkan sapi perah.

Sedangkan untuk produksi susu, Manaf mengatakan, untuk Pontianak sudah tersedia market yang siap menampung produksi susu dan bahkan beberapa sekolah sebelumnya juga sudah dilakukan penjajakan untuk hal tersebut dan mendapat respon positif. sumber

Photobucket

KALIMANTAN BARAT NEWS

Related Posts

Leave a Reply

:twisted: :roll: :oops: :lol: :evil: :cry: :?: :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)
[+] kaskus emoticons

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.