Kios Liar di kawasan Jembatan Landak Dibongkar

Posted by By at 9 April, at 08 : 32 AM Print


PONTIANAK – Kegiatan penertiban pedagang kaki lima di kawasan Jembatan Landak, Pontianak Timur dilakukan dengan alot, koorporatif dan tertib, Kamis (7/4). Penertiban dilakukan secara gabungan oleh jajaran Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan Kota Pontianak, dan Unit Satuan Lantas Polsek Pontianak Timur.
Warga yang terlihat membongkar lapak dagangannya, bekerjasama dengan aparat. Tidak ada unsur pemberontakan dari para pedagang karena sebelumnya telah diimbau untuk membongkar lapak dagangan yang memakan badan jalan.

Pembongkaran tidak ada pemaksaan dari anggota Satpol PP. Lapak yang berjumlah 22 bangunan itu dengan kompak dibongkar sendiri oleh masing-masing pemiliknya. “Anggota Satpol PP berjanji untuk memberikan gantinya pada kami, tapi belum tahu kapan terealisasi, hanya Rp1,5 juta untuk uang pembongkaran,” ungkap salah satu warga pemilik lapak yang dibongkar.Menurut Ketua Asosiasi PKL Kalimantan Barat Edi Suhaerul, pihaknya mendukung program pemerintah untuk menata kota sesuai dengan visi dan misi. Beberapa hari yang lalu tim Asosiasi mengadakan pertemuan nasional untuk membahas tentang penertiban ini.
Sebelumnya pihak asosiasi sudah memantau para PKL yang membuka lapak di kawasan Jembatan Landak tersebut. “Pihak Pemkot sudah berkomunikasi dengan para PKL bahwa tempat berdagang harus dibersihkan dengan kesepakatan ada biaya pembongkaran,” ungkap Edi.

Edi mengatakan, berdasarkan rencana PKL akan dipindahkan ke tempat yang lebih bagus lagi. “Tapi relokasi yang dijanjikan sampai pada saat ini belum ada. Untuk itu pihak asosiasi meminta kepada Pemkot agar membuat bangunan relokasi dulu,” terangnya. Setelah bangunan relokasi dilakukan baru para PKL ditertibkan. “Agar para pedagang tidak menganggur,” tegasnya lagi.Penertiban gabungan ini tidak hanya membongkar lapak-lapak milik para pedagang. Dari Satuan Lantas dibantu dengan Anggota Dinas Perhubungan, berkoordinasi untuk merazia pengendara yang melintas tanpa dilengkapi dengan peralatan dan surat-surat mengemudi. Para pengendara yang tidak lengkap ditilang dan diberikan imbauan sesuai dengan prosedur.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Syarif Ismail, kegiatan penertiban ini dilakukan dalam rangka merespon laporan dari masyarakat. Warga yang melintas di area tersebut sering terjebak kemacetan. Kejadian ini sering terjadi akibat para pengemudi yang berhenti dan memarkirkan kendaraannya sembarangan. “Sudah banyak kasus kecelakaan disini dan banyak merenggut korban jiwa. Kendaraan yang parkir sembarangan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Dari seberang jalan terlihat sebuah truk tanpa pengemudi akan diksekusi dengan mobil derek oleh Satlanlantas Pontianak Timur. “Truk tersebut sudah dicari pengemudinya, tapi tidak ada. Untuk itu akan kami bawa untuk diproses, razia ini juga akan rutin kami lakukan,” terangnya.Ia berharap, agar dikawasan tersebut tidak terjadi kemacetan lagi. “Mudah-mudahan area di sini sudah tertib, dan kami tidak akan turun lagi untuk memberikan peringatan kepada warga setempat. Sebaliknya, jika masih terjadi macet kami akan turun sesuai dengan kondisi dan memberikan sanksi tegas,” katanya.Ismail menambahkan, pihak Dinas Perhubungan sudah meminta izin kepada pihak Pelindo. Pengemudi kendaraan yang membawa muatan besar tidak boleh keluar dari pelabuhan dan melintasi jembatan tol. “Kami juga sudah menyiapkan Perwa atas larangan bagi truk yang bermuatan besar,” tegasnya. (rmn)

SUMBER

Photobucket

NEWS

Related Posts

Comments are closed.

My Twitter is worth

Twitter Value

Archives

Shared on Facebook

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.