Flamboyan Pasar Tradisional Termegah di Kalbar

Posted by By at 29 April, at 17 : 53 PM Print


PONTIANAK–Sudah beberapa kali Pasar Flamboyan gagal dibangun, sejak Wali Kota Pontianak dijabat Buchary A Rachman. Kali ini sepertinya rencana pembangunan pasar tersebut terlaksana, pasalnya Pemkot sudah menyurati pedagang terutama penghuni rumah toko agar membongkar bangunannya mulai 1 Mei ini. Meski sudah di depan mata, gejolak pembangunan masih saja ada, pro dan kontra tetap terjadi. Walau begitu Pemkot tetap bertekad merealisasikan rencananya. Membangun Pasar Flamboyan berkonsep pasar tradisional dengan subsidi APBD. Jika rencana ini terlaksanan Flamboyan yang berada di areal 2,3 hektar itu akan menjadi pasar tradisional terbesar dan termegah di Pontianak bahkan Kalbar.

Kemantapan rencana itu diungkapkan Wali Kota Pontianak Sutarmidji. Dia berdalih apa yang ditawarkan Pemkot terhadap pedagang dan penghuni ruko cukup adil. Permasalahan hukum pun, kata dia, tidak ada lagi, meski dalam perkara perdata pedagang mengajukan kasasi pembangunan tetap dapat berjalan.Pemkot meletakan harga Rp900 juta untuk satu pintu ruko, ada pedagang yang menawar harga itu. Namun Pemkot bergeming, harga itu sudah pantas dengan bangunan dan HGB 20 tahun.

Sutarmidji mengatakan, jika penghuni membangun rukonya sendiri kemudian dapat HGB 20 tahun justru aneh. Membangun dengan uang Rp500 juta lantas mendapatkan aset senilai Rp1,8 miliar justru tidak adil bagi Pemkot. “Karena HGB mereka sudah berakhir dan lahan itu milik Pemkot,” katanya.Selain ruko Rp900 juta, Pemkot akan menjual los senilai Rp 5-6 juta untuk pedagang lama yang masih aktif. Sementara PKL Rp 7-8 juta dan pedagang baru Rp12 juta. Sedangkan harga kios nilainya Rp50-60 juta. Dari ruko akan terkumpul Rp 50 miliar, sementara kios dan los Rp 12 miliar, totalnya Rp 62 miliar. “Itu semua nanti untuk membangun pasar, tidak ada masuk kantong saya,” paparnya.

Tahap pertama pembangunan adalah pembongkaran sekitar 60 ruko, sejak 1 hingga 31 Mei. Dalam pada itu, penghuni ruko saat ini tidak dibuatkan tempat berdagang sementara, berbeda dengan los dan kios yang lokasi berdagang sementara sedang dibangun sekarang. “Mengapa saya tidak buatkan tempat berdagang sementara, karena mereka (penghuni ruko) kalah dalam sidang. Kalau sudah kalah sidang dan HGB berakhir apa benar saya buatkan dia tempat jualan sementara dengan APBD. Syukur-syukur dia dipiroritaskan mendapatkan HGB ruko itu,” ungkapnya.

Pembangunan akan dilakukan bertahap, dua hanggar yang ada saat ini dibongkar dulu, pedagang dan PKL berjualan di lokasi sementara yang sedang dibangun sekarang. Setelah dua hanggar selesai dibangun, dua lainnya dibongkar lagi. “Beda dengan konsep Pak Buchary dulu, mau tutup setengah Jalan Gajahmada untuk penghuni ruko berjualan. Saya tidak mau seperti itu,” ucap Sutarmidji.

Pembangunan Pasar Flamboyan dijanjikan Sutarmidji transparan. Pemkot akan melakukan tender terbuka dengan konsep tender investasi. Artinya, pengembang yang memenangkan tender membangun dulu pasar hingga selesai baru, setelah itu baru dibayar. “Makanya kami tidak pernah meminta penghuni ruko membayar segera yang Rp 900 juta. Setelah dia bongkar pun belum kami minta bayar uangnya. Dalam perjalanan pembangunannya silakan, nanti kami juga akseskan mereka ke bank,” jelas Sutarmidji.

Relokasi Flamboyan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pontianak Uray Samiaji mengatakan jika pembangunan ulang Pasar Flamboyan benar-benar dilakukan, maka Pemerintah Kota Pontianak harus memikirkan pula tempat relokasi buat para pedagang kecil di pasar tersebut. Pasalnya pembangunan kemungkinan akan berlangsung lama mengingat jumlah kios, los dan ruko yang amat banyak.

“Tentu harus ada tempat relokasi. Karena mereka juga harus bekerja untuk kehidupan sehari-hari. Pendapat bahwa para pelanggan akan lari karena tidak ada aktivitas mungkin benar juga. Dengan relokasi sementara, suasana pasar tetap ada,” ungkapnya. Uray mengusulkan relokai buat pedagang kios dan los di pinggiran jalan yang baru saja dicor di belakang Pasar Flamboyan. “Di situ sepertinya pas. Lagipula hanya untuk sementara saja sambil menunggu pembangunan jadi,” ujarnya. Uray Samiaji mengaku setuju dengan pembangunan pasar dengan menggunakan iuran dari para pedagang sendiri.

Sementara itu Aweng, seorang pemilik ruko menyebut memang sudah selayaknya Flamboyan diperindah. Namun dia ingin juga Pemkot memikirkan relokasi buat para pemilik ruko. “Kalau untuk memajukan kota dan menjaga keindahan kita dukung program ini. Tapi tidak ada relokasi untuk kita. Selama 20 tahun kita sudah kumpulkan konsumen. Tapi dalam satu tahun pembangunan ini konsumen akan hilang. Karena kita tidak beraktifitas,” jelas dia.(hen/ars)

SUMBER

Photobucket

KALIMANTAN BARAT PONTIANAK

Related Posts

Leave a Reply

:twisted: :roll: :oops: :lol: :evil: :cry: :?: :-x :-o :-P :-? :( 8-O 8)
[+] kaskus emoticons

My Twitter is worth

Twitter Value

Archives

Shared on Facebook

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.