Feri Strategis di Nipah Kuning

Posted by By at 20 February, at 21 : 37 PM Print


PONTIANAK – Walikota Pontianak H Sutarmidji SH MHum mengakui lebih setuju bila rencana pembangunan feri penyeberangan berada di kawasan Nipah Kuning ketimbang membangun di pusat kota. Selain bisa mempercepat pembangunan, sarana penyeberangan di Nipah Kuning memang sudah dipandang perlu.

“Kita siap membangun feri penyeberangan, tetapi itu untuk di Nipah Kuning. Supaya ada gejolak pembangunan baru,” katanya.

Selain di Nipah Kuning, kawasan Wajok Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Pontianak juga harus masuk dalam peta pembangunan feri penyeberangan tersebut. “Kita ingin muncul kawasan pertumbuhan perekonomian baru sebagai penyangga Kota Pontianak. Jangan semua menumpuk di Pontianak,” ujarnya.

Sutarmidji juga menawarkan lokasi strategis bila penyeberangan berada di tengah-tengah tiga daerah meliputi Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.

“Nantinya kita akan buat akses jalan ke sana. Kita ingin peluang ini ditangkap Kubu Raya dan Kabupaten Pontianak. Kita tidak perlu keluar anggaran besar, tinggal cari investor saja. Nantinya kita bagi hasil. Saya yakin keuntungan akan besar dan ini juga bermanfaat bagi warga ketiga daerah tersebut,” terangnya.

Kendati begitu, Sutarmidji mengakui masih belum ada pembicaraan formal mengenai rencana pembangunan jembatan penyeberangan yang bisa menjadi kawasan baru tersebut. Kalaupun ada, pembicaraan masih sebatas informal dan baru dilakukan dengan Bupati Pontianak.

“Informal sudah, hanya memang formal belum. Saya harap peluang ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucapnya.

Sebelumnya, anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Pontianak Sugiri Aswat SH menuturkan pembangunan sarana penyeberangan memang terbentur oleh lahan. “Kalau untuk di Kecamatan Pontianak Barat sudah ada lokasinya, tetapi untuk di Kecamatan Pontianak Utara masih belum ada. Jika pun ada lahan itu sudah masuk wilayah Kabupaten Pontianak,” terang mantan anggota Komisi B DPRD Kota Pontianak tersebut.

Lokasi untuk Kecamatan Pontianak Barat, diakui Aswat, akan berada di Rumah Hewan Potong (RPH) sapi. Hanya memang untuk lokasi di Kecamatan Pontianak Utara yang menjadi masalah. Sebab lahan di sana sudah terlalu padat.

“Kalau harus menggusur rumah warga, tentu biaya yang dikeluarkan begitu besar untuk pembebasan lahan. Makanya saya pikir, solusi terbaik supaya feri dibangun di KKR dan Kabupaten Pontianak. Tujuannya agar di sana juga lebih cepat berkembang,” yakin Aswat.

Sebab menurut Aswat, berdirinya lokasi penyeberangan di dua kawasan itu, dapat mendorong lebih cepat proses pembangunan di sana.

“Begitu feri dibangun, saya yakin pembangunan akan lebih cepat. Bukan itu saja, investasi di bidang property akan semakin meningkat,” terangnya. (ton)

SUMBER

Photobucket

PONTIANAK

Related Posts

Comments are closed.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.