Cara Bawa Hewan Peliharaan Ke Dalam Pesawat

Posted by By at 25 January, at 08 : 32 AM Print


Bagi sebagian orang, hewan peliharaan mempunyai arti penting, entah sebagai hewan kesayangan (anjing, kucing, burung) maupun sebagai aduan (burung, ayam jago).
Pada saat tertentu, hewan tersebut perlu untuk diangkut dengan pesawat terbang.
Ada 2 (dua) kategori bagi hewan hidup (Live Animal) jika hendak diangkut dengan pesawat terbang, yaitu sebagai:
1. Cargo
2. Bagasi
Pada prinsipnya, prosedur pengangkutan hewan hidup hampir sama pada Airlines yang ada di Indonesia, hanya saja mungkin ada Airlines yang tidak mengijinkan hewan hidup diangkut sebagai bagasi.

Yang patut diingat adalah pengangkutan hewan hidup baik sebagai cargo maupun bagasi pasti dikenakan BIAYA.
Berikut adalah Tips jika hendak membawa hewan hidup bepergian dengan pesawat terbang:

Cargo atau Bagasi ?

Penting sekali untuk menentukan apakah hewan kesayangan kita akan diangkut sebagai cargo atau bagasi, karena berhubungan dengan persyaratan dan biaya pengangkutannya. Biasanya prosedur penerimaan cargo lebih awal dari penerimaan bagasi, minimal 8 jam sebelum jadual keberangkatan pesawat. Dari sisi biaya, biasanya biaya cargo lebih murah dari biaya angkutan sebagai bagasi.

Informasi Airlines

Carilah informasi dari Airlines perihal syarat dan ketentuan pengangkutan hewan hidup, karena tiap Airlines menerapkan ketentuan dan biaya yang berbeda mengenai pengangkutan hewan hidup. Jangan sampai kita berencana membawa hewan kesayangan kita berlibur, tiket sudah dibeli, tapi hewan kesayangan kita tidak bisa terangkut, karena Airlines yang akan kita tumpangi tidak mengijinkan hewan kesayangan kita diangkut sebagai bagasi.

Surat-surat

Hewan hidup yang akan diangkut dengan pesawat terbang harus dilengkapi surat-surat sebagai berikut:

1. Surat Keterangan dari Dokter Hewan yang menyatakan kesehatannya baik dan tidak mempunyai penyakit menular.
alamat Dinas Pertanian di Pontianak:
Jl.Adisucipto Depan Kantor Dispenda Kalbar (Samsat)

2. Surat ijin pengangkutan dari kantor Karantina setempat.
(Langsung Ke Bandara Supadio)

3. Surat pembebasan tanggung jawab (pada saat penerimaan di bandara).
(Langsung Ke Bandara Supadio)

Disarankan, lakukan pengurusan surat-surat tersebut minimal 1 (satu) hari sebelum keberangkatan.

Membayar Biaya

Yang terakhir adalah bersiap untuk merogoh kocek, karena biaya yang diterapkan biasanya bergantung pada ketentuan Airlines yang bersangkutan. Yang jelas, jika diangkut sebagai bagasi, hewan hidup tidaklah termasuk pada hak bagasi cuma-cuma penumpang (baggage allowance), jadi meskipun kita tidak membawa bagasi, ataupun hewan yang akan kita bawa berbobot ringan, akan tetap dikenakan biaya.

sebagai pelengkap berikut kami kutip kisah seorang blogger yang pernah membawa hewah peliharaannya ke pesawat terbang.

Ini sepenggal pengalaman saya saat harus membawa hamster-hamster lucu ke dalam pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Sultan Syarif Kasim (Riau). Hewan kan tidak boleh masuk kabin. Pertama sih, Mr.D mengusulkan agar manaruh hamster di dalam kantong baju. Tapi kebayang tidak sih menaruh 8 ekor hamster di dalam baju? ::thinking:: Kayaknya tidak mungkin. Yaudah, akhirnya terpaksa mengambil jalan legal yang sesuai dengan prosedur. Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa sedikit banyak membantu jika Anda ingin membawa hewan kesayangan ke dalam pesawat.

Jadi pertama, kita harus ke Departemen Pertanian yang sesuai dengan daerah KTP kita, untuk meminta surat keterangan bahwa hewan kita ini sehat wal’afiat. Jangan lupa untuk membawa hewan kamu. Nah, waktu itu kita salah, jadi pertama kita langsung ke Balai Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta. Terus petugasnya menyuruh kita untuk ke Deptan terlebih dahulu. Deptan terdekatg dari bandara, ada di Tangerang. Pas sampai di Deptan Tangerang, ternyata harusnya ke Deptan yang sesuai KTP kita. Yaudah, akhirnya kita bikin aja surat kuasa terus minta Acc. Di Deptan seharusnya hewan kita diperiksa sama dokter hewan (hanya untuk formalitas aja). Tapi karena hamsterku kecil-kecil dan banyak, tidak mungkin diperiksa satu per satu. Setelah menunggu selama 1 jam lebih, akhirnya keluar juga tuh surat keterangan, langsung deh kasih aja uang administrasi –> Rp 50,000, sebenarnya sih Rp 30,000 aja juga cukup.

Setelah mendapat surat keterangan tersebut, kita ke Balai Karantina Hewan,Ikan dan Tumbuhan (kalau tidak salah nama gedung nya itu) yang ada di bandara soekarno-hatta. Kita kasih suratnya, lalu minta bikin surat keterangan boleh naik pesawat. Di sini aku ngasih uang administrasi sebesar Rp 30,000.

Pas Hari-H keberangkatan surat tersebut kita bawa beserta hewan-hewannya. Pas check-in kita kasih liat surat yang dari balai karantina. Setelah itu, kita diwajibkan membayar uang sebesar Rp 150,000 (tergantung maskapai penerbangannya). Katanya sih, bagasi tempat hewan dibedakan dengan barang (Awas aja kalau digabung!!). Pas sampai Pekanbaru, itu box hasmter datang bersama barang di conveyor. Nah lho, rada curiga nih saya! Jangan-jangan digabung sama barang. ::big crying:: Tapi yang penting hamster selamat, tidak kurang dan tidak lebih. kalau dari overall, agak kecewa juga, karena udah keluar uang, pas saya buka box hamsternya, isinya berantakan, tempat makan dan serbuk kayu semua berantakan

Semoga sukses membawa hewan peliharaannya ya!

SUMBER 1 SUMBER 2

Photobucket

TRICK

Related Posts

Comments are closed.

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.