Bermain Petasan Langgar Undang-undang

Posted by By at 4 August, at 06 : 48 AM Print


MEMPAWAH – Mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan, Polres Pontianak dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pontianak memberikan imbauan. Terdapat sepuluh poin imbauan yang mesti dipatuhi masyarakat.

Imbauan bersama Polres Pontianak dan Kemenag Kabupaten Pontianak itu ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor: SE/17/VII/2011 dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri 1432 hijriah.

“Imbauan bersama ini dimaksudkan untuk menjamin ketenangan dan kenyamanan umat muslim selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan dan Idulfitri 1432 hijriah, serta mengantisipasi timbulnya gangguan kamtibmas,” papar AKBP Andi Fairan, Kapolres Pontianak, dan Kepala Kantor (Kakan) Kementrian Agama Kabupaten Pontianak, HM Yunus, dalam surat edarannya.

Terdapat sepuluh poin imbauan yang harus dipatuhi masyarakat. Meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kamtibmas dengan menggalakkan siskamling yang ada di lingkungannya masing-masing.

“Bagi masyarakat yang menjalankan ibadah di tempat peribadatan dengan menggunakan kendaraan, hendaknya jaga kelengkapan dan keamanan kendaraan. Pastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dan parkir di tempat yang mudah terjangkau pengawasan,” kata Andi.

Kemudian, lanjutnya, apabila masyarakat hendak meninggalkan rumah untuk beribadah mulai dari salat tarawih maupun salat subuh, pastikan rumah dalam keadaan terkunci dan aman. Pastikan peralatan elektronik maupun kompor gas dalam keadaan mati, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk kaum ibu, apabila sedang berbelanja di pasar, agar tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan, karena hal itu akan memancing terjadinya tindak kriminal atau kejahatan. Masyarakat juga dilarang mengendarai kendaraannya secara ugal-ugalan di jalan raya. Sebab hal itu dapat mengancam keselamatan pengendara lain serta mengganggu kekhusyukan masyarakat yang sedang beribadah,” jelas Andi.

Bukan hanya itu, masyarakat juga dilarang menjual, mengedarkan, memperdagangkan, dan memproduksi petasan dalam segala bentuk dan jenisnya. Masyarakat juga dilarang membunyikan petasan maupun meriam karbit dan lainnya.

“Bagi masyarakat yang melanggar ketentuan ini, akan ditindak tegas sesuai UU Bunga Api tahun 1932 tambahan lembar negara tahun 1932 yang diubah lembar negara tahun 1933 Nomor 9 Jo peraturan pelaksanaan bunga api tahun 1980,” tegasnya.

Selain itu, bagi pedagang yang menjual makanan dan minuman pada saat bulan puasa agar lebih tertutup. Hendaknya pedagang memasang tirai atau pelindung agar aktivitasnya tidak mengganggu masyarakat muslim yang sedang berpuasa. Bagi masyarakat non muslim, hendaknya menghormati masyarakat muslim yang sedang berpuasa. Apabila hendak merokok, makanan, atau minum, carilah tempat yang terlindung. “Masyarakat juga dilarang membawa senjata api atau sajam berdasarkan undang-undang darurat yang berlaku,” tegas Andi.

“Serta, apabila melihat, mengetahui, atau menjadi korban tindak kejahatan, segera hubungi petugas kepolisian setempat. Atau menghubungi penjagaan Polres Pontianak (0561) 691110 atau SMS Kapolres Pontianak 081349161990,” paparnya. (hry) sumber

Photobucket

KALIMANTAN BARAT

Related Posts

Comments are closed.

My Twitter is worth

Twitter Value

Archives

Shared on Facebook

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.