Aliran Shamballa Masuk Ke Pontianak, Pengikutnya Diberikan Amalan Tertentu

Posted by By at 30 April, at 19 : 24 PM Print


Pengikutnya diberikan amalan tertentu. Memiliki lima bahasa suci dan lima kota suci. Arahnya therapy pengobatan. Benarkah terdapat penyimpangan?

PONTIANAK – Dalam tiga bulan terakhir ini berlangsung praktik aliran Shamballa di Kota Pontianak. Pengikutnya sudah mencapai puluhan orang. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak telah menginventarisasi kemungkinan adanya ajaran sesat dalam praktik Shamballa.

“Data sementara yang kita dapat, pengikut aliran ini mencapai 10 hingga 20 orang,” ujar H Asy’ari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak dijumpai Equator di ruang kerjanya, Kamis (28/4).

Shamballa tersebar di dua titik, masing-masing di Jalan Kom Yos Sudarso Gang Kurma, dan Jalan Srikaya, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Pontianak Barat. “Terakhir kita juga mendapat informasi kalau penganut aliran ini juga ada di Kota Baru,” kata Asy’ari.

Penyebaran aliran Shamballa dilakukan secara tersembunyi oleh seorang guru yang disebut-sebut bernama Joko. Sang guru ini dikabarkan berasal dari daerah Supadio, Kabupaten Kubu Raya (KKR). “Tapi dia pendatang di Kalbar,” beber Asy’ari.

Menurutnya, modus penyebaran aliran Shamballa dilakukan dengan prinsip pengobatan berbasis tenaga dalam. Oleh sang guru, warga yang sakit diobati dengan transfer tenaga dalam.

Dalam pengobatan itu, sang guru mendatangi rumah pasiennya. Ia meminta kepada pasien yang selanjutnya direkrut sebagai pengikut tersebut melakukan berbagai amalan dan menanamkan pemahaman tentang hal-hal yang diyakini aliran Shamballa.

Amalan dan pemahaman aliran Shamballa ini dituliskan dengan komputer dalam lima lembar kertas berukuran polio. Amalan ini dibagikan kepada semua pengikut aliran Shamballa.

Dalam amalan itu tertulis Shamballa Tingkat I adalah pembukaan ke-7 cakra utama yang ada di tubuh manusia ditambah 5 cakra illahi, sehingga totalnya mencaji 12 cakra. Total cakra tertinggi mencapai 352 cakra.

Bila seseorang sudah mencapai tingkatan 352 cakra, posisinya sudah berada di istana ilahi. Istana ini disebut-sebut berisi 27 juta energy spectrum.

Aliran Shamballa mengakui Qutumi sebagai guru universal. Mereka meyakini Qutumi ini orang Pakistan beragama Islam yang diberi penghargaan oleh Allah sebagai guru universal.

Mereka meyakini ada lima bahasa suci, masing-masing bahasa Ibrani, Arab, Sansekerta, Cina, dan bahasa Mesir. Mereka memiliki lima kota suci, yaitu Havatngstone yang disebut berada di Skotlandia, Guadelegara di Meksiko, Kakbah di Arab, Vatikan di Roma, dan Tibet di Cina Selatan.

Mereka mendaulat Nabi Ibrahim sebagai guru pembimbing Shamballa tingkat 1, 2, 3, dan 4. Nabi Ibrahim juga disebut-sebut memiliki cahaya silver violet of flame.

Sementara Muhammad dikatakan sebagai pemilik Energi Golden Flower (kembang emas). Mereka meyakini energi itu dapat diberikan untuk orang kepanasan, keadaan darurat, dan ketakutan.

Yang lebih mengherankan lagi, aliran ini memercayai adanya 15 malaikat agung. Malaikat itu adalah Michael dan Falth (pemilik pedang Amsui), Jofil, Kristina, Samuel, Cariti. Kemudian ada Gabriel dan Hope (pengantar wahyu dari Allah), Rafael dan Sister Merry (malaikat penyembuh), Uril, Aurorra, Zadekil, Ametis, dan Metatron (cahaya kegelapan Allah + 12 pila berapi).

“Pemahaman ini kan salah. Makanya kita mengimbau agar masyarakat jangan mudah terpengaruh,” imbuh Asy’ari.

Menurutnya, aliran itu terungkap sekitar sebulan yang lalu setelah mereka dapat laporan via SMS dari warga. Laporan itu langsung dicek, dan ternyata hasilnya benar. “Kita sudah laporkan ke Kanwil (Kantor Wilayah Kementerian Agama),” tukas Asy’ari. (bdu)

SUMBER

Photobucket

NEWS

Related Posts

Comments are closed.

My Twitter is worth

Twitter Value

Archives

Shared on Facebook

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.