Kebocoran Soal UN SMP di Ketapang, Disdik Kalbar Tolak Ujian Diulang

Posted by By at 2 May, at 12 : 25 PM Print


PONTIANAK – Terungkapnya kebocoran soal Ujian Nasional (UN) mata pelajaran IPA untuk SMP di Kabupaten Ketapang, dibantah Dinas Pendidikan (Disdik) Kalbar.

“Ini hanya bentuk dari miskomunikasi atau kesalahan informasi. Dan kami sudah periksa dan hasilnya tidak benar. Jadi tidak benar ada soal yang bocor,” kata Alexius Akim, Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Minggu (1/5).

Dia menjelaskan, lembar soal yang diduga sebagai bocoran sudah diperiksa oleh pihak keamanan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, terbukti lembar soal itu berbeda dengan soal yang diujikan.

“Pihak keamanan, pengawas ruangan, pengawas satuan pendidikan dan penyelenggara, semuanya sudah mengatakan bahwa soal itu tidak bocor. Dari omongan mereka bisa kita simpulkan bahwa soal memang tidak bocor,” ujar Akim.

Pernyataan Akim ini bertolak belakang dengan temuan yang diungkapkan Budi Mateus, Wakil Ketua DPRD Ketapang kepada wartawan, Jumat (29/4). Data berupa soal ujian yang keburu bocor sebelum pelaksanaan ini bukan berisi prediksi, tetapi sama persis dengan soal yang diujikan.

“Soal ini dijual. Bahkan untuk lima paket soal itu harganya Rp 1 juta. Jadi tinggal siswa patungan, katanya sih belinya dengan orang Diknas. Siswa yang mendapatkan soal itu juga sudah ditanya oleh gurunya,” ungkap Budi seraya meminta ujian diulang.

Namun, Akim menolak mentah-mentah masalah ini dengan anggapan para pengawas yang layak dan independen telah ditempatkan. “Perlu diketahui, pengawas ujian yang ada di ruang ujian atau pengawas ruangan adalah pengawas yang ditempatkan dengan sistem silang. Pengawas di satu sekolah adalah para guru dari sekolah lain, bukan guru dari sekolah yang bersangkutan” kata Akim.

Terhadap desakan agar UN tingkat SMP itu diulang, Akim menegaskan, tidak dapat dipenuhi karena tidak terjadi kebocoran soal. “Bukan bocor, ngapain mau diulang. Jika ujian nasional diulang banyak yang akan dikorbankan termasuk anggaran,” ungkap Akim.

Dia menduga, isu kebocoran soal ini sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang ingin memboikot atau menggagalkan ujian nasional. Sebagai upaya antisipasi, pihaknya akan menggelar pertemuan dalam beberapa hari mendatang dengan para pengawas dan panitia ujian di Dinas Pendidikan Kalbar.

“Kita akan bahas itu untuk antisipasi ke depan, bahwa ternyata ada cara yang seperti itu dilakukan orang untuk menggagalkan ujian,” kata Akim.

anggota Komisi D DPRD Kalbar, H Ustadz Miftah SHi kepada Equator, Minggu (1/5) meminta Disdik Kabupaten Ketapang serius menyikapi dugaan bocornya soal UN. Kejadian tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di kabupaten itu.

“Masalah tersebut harus dibuktikan. Dinas Pendidikan setempat harus turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Ini masalah serius,” tegas Miftah.

Miftah mengingatkan kepada semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan ujian nasional itu saling terbuka, tidak menutup-nutupi persoalan. “Kalau memang salah berikan sanksi tegas, dan juga diharapkan jangan ada pihak yang saling menyalahkan,” ujarnya.

Menurut politisi daerah pemilihan Ketapang-KKU ini, beberapa pengawas yang mengakui telah terjadi kebocoran soal harus dipanggil untuk dimintai keterangan, dan itu tugas Dinas Pendidikan setempat.

“Harus segera diluruskan, apakah benar terjadi kebocoran soal atau tidak. Kepada bupati juga diharapkan segera mengambil langkah, dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk kepala sekolah di sekolah yang diduga terjadi kebocoran soal itu,” harap Miftah.

Legislator PPP ini kembali mengingatkan, jika ada pengawas yang melanggar aturan dalam pelaksanaan UN, bisa dikenakan sanksi, dan itu sesuai dengan tingkat kesalahannya. “Kalau terbukti membocorkan rahasia negara berupa soal atau jawaban UN bisa dipidana,” tuntas Miftah. (jul)

SUMBER

Photobucket

NEWS

Related Posts

Comments are closed.

My Twitter is worth

Twitter Value

Archives

Shared on Facebook

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.