2012, FKIP Untan Uji Sertifikasi 10 Ribu Guru

Posted by By at 22 October, at 12 : 17 PM Print


PONTIANAK – Wakil Ketua Rayon 120 Sertifikasi Guru Kalimantan Barat, DR Aswandi mengatakan sampai sekarang FKIP Universitas Tanjungpura masih menjadi satu-satunya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang memenuhi syarat menyelenggarakan program sertifikasi guru di Kalbar. Meski demikian, sejauh ini tidak ada masalah yang ditemui dalam penyelenggaraan sertifikasi. Bahkan, setiap tahun jumlah guru yang berhasil disertifikasi oleh lembaga ini terus mengalami peningkatan signifikan. Tahun lalu, jumlah guru yang disertifikasi sekitar 3.000 orang.

Tahun 2011, jumlahnya meningkat menjadi 6.600 orang. Sedangkan untuk tahun depan, jumlah guru yang dapat disertifikasi diperkirakan mencapai 10 ribu orang. “Itu baru informasi sementara yang kita terima. SK-nya belum ada,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi komentar dari Anggota Komisi D DPRD Kalbar, Martinus Sudarno.

Berdasarkan hasil konsultasi Komisi D ke Kemendikbud beberapa hari lalu, kata Sudarno, pemerintah menargetkan bahwa program sertifikasi guru akan tuntas pada 2015. Namun, fakta yang ada di Kalbar, sampai sekarang baru 30 persen guru yang sudah mengantongi sertifikat.

Salah satu masalahnya bukanlah kuota dari pemerintah pusat melainkan kapasitas penyelenggara sertifikasi (LPTK) di Kalbar yang terbatas (FKIP Untan). Karena itu, saat ini pemerintah mulai menjajaki perguruan-perguruan tinggi swasta yang mampu untuk menyelenggarakan program sertifikasi.

Dengan demikian, ke depan, penyelenggara program sertifikasi tidak hanya Untan tetapi juga perguruan tinggi swasta yang layak sehingga proses sertifikasi diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat.

Sementara menurut Aswandi, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi swasta sebelum dinyatakan layak melaksanakan program sertifikasi. Kualitas sumber daya manusia atau tenaga pengajarnya harus memadai. Apalagi, ke depan, program sertifikasi diselenggarakan berbasis pada program studi.

“Tetapi kalau ada perguruan tinggi swasta yang juga siap melaksanakan, itu bagus. Paling tidak, beban FKIP akan lebih ringan. Namun, itu tidak bisa dipaksakan,” katanya kemarin. Melihat kondisi yang ada sekarang, perguruan-perguruan tinggi swasta di Kalbar dinilai masih memiliki keterbatasan dari segi SDM. Bahkan, sejumlah tenaga pengajarnya juga diperbantukan dari FKIP Untan.

Selama ini, LPTK penyelenggara sertifikasi yang ada di Kalbar hanya di FKIP Untan karena lembaga ini dianggap paling memenuhi syarat. Sedangkan beberapa perguruan tinggi lain hanya berperan sebagai mitra.

Aswandi menekankan bahwa sertifikasi guru adalah pintu gerbang terakhir untuk memastikan apakah seorang guru profesional atau tidak.

Karena itu, proses pelaksanaannya tidak bisa sembarangan. Mutu harus menjadi perhatian yang paling utama. “Untuk sertifikasi, dosen atau assessor-nya minimal harus S-2. Kalau cuma S-1, sama saja dengan jeruk makan jeruk nanti,” ujarnya.(ron)

sumber

Photobucket

PONTIANAK

Related Posts

Comments are closed.

My Twitter is worth

Twitter Value

Archives

Shared on Facebook

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.